Wednesday, March 14, 2012

[marketing-club] Jiwa seniman, perlukah?

 

Salam marketer,

Pertanyaan ini terinspirasi pengalaman yang baru saja saya alami. Kami meng-hire seorang copywriter freelance. Setelah kami DP dan dia bekerja ternyata hasilnya "kurang memuaskan". Lalu kami meeting dan kami sampaikan beberapa kritikan kami.

Sorenya beliau SMS yang intinya merasa nggak mood lagi, terbatasi dan jiwa seninya "nggak bebas".

Ini yg paling menggelitik saya. Bagaimana mungkin kita berbisnis, memasarkan, menjual kemampuan diri kita tapi tak mau menerima masukan dari klien kita?

Seberapa besarkah "jiwa seniman" itu "boleh ada" dalam jiwa seorang pemasar? Sebab memang sisi positifnya, jiwa seniman itu membuat seseorang bisa menemukan ide-ide yg luar biasa unik. Namun jeleknya saat jiwa seniman itu membuat dia ogah dikritik/diberi input oleh yg lain.

Sori nih, perpaduan antara curcol-nanya-sharing-minta pendapat...

Thx all

Hendro Tri Rachmadi
www.simplestudioindonesia.com
www.simplestudioindonesia.com

__._,_.___
Recent Activity:
Join Marketing Club Social Network!
Enjoy more closer relationship and networking.
facebook : marketingclubbers@yahoo.co.id
Twitter : @MarketerClubber
LinkedIn : Group Marketing Club
.

__,_._,___

No comments:

Post a Comment